Selasa, 14 Juli 2020

Sudah Tau Bahan Membuat Masker Kain Terbaik ? Cek Disini

Beberapa bulan belakangan, masker berubah menjadi alat tempur yang wajib dikenakan ketika hendak pergi ke luar rumah. Berita menipisnya stok masker medis, membuat masker yang terbuat dari kain laris di pasaran. Hal ini terlihat dari banyaknya pedagang yang beralih Jual Masker kain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Agar terasa nyaman dan ampun melawan virus, berikut jenis kain terbaik sebagai bahan utama pembuatan masker.

Beberapa Bahan Terbaik Membuat Masker dari Kain
1. Kain Katun Tebal
Kain katun dianggap sebagai bahan terbaik untuk membuat masker dibandingkan jenis kain lainnya. Sayangnya keefektifitas kain katun sebagai masker tergantung dari banyaknya serat pada tenunannya. Semakin banyak serat serat kecilnya, semakin tinggi pula perlindungan yang bisa diberikan karena mampu memblokir berbagai partikel virus tidak ikut masuk ke dalam tubuh. Dengan kata lain, serat kain katun menentukan kecil besarnya kemungkinan seseorang tertular.

Untuk mengetahui seberapa banyak serat dari masker yang dibeli, Anda bisa mengeceknya dengan mengarahkan kain pada lampu. Ketika cahaya lampu berhasil menempus serat dengan mudah, sudah bisa dipastikan tingkat filternya tidak terlalu baik. Oleh sebab itu, belilah dari pedagang yang jual masker kain dengan serat lebih tebal sebagai solusinya. Semakin tebal, maka kualitas filter virusnya semakin tinggi.

Meski serat kain lebih tebal, Anda tidak akan kesulitan bernafas saat menggunakannya. Inilah salah satu alasan kuat mengapa masker yang terbuat dari kain katun banyak dicari di pasaran. Demi mendapatkan perlindungan unggul, pilih saja masker dengan dua lapis katun sekitar 100%. Adanya tambahan lapisan ini, membantu penyaringan virus lebih tinggi namun tetap mengedepankan kenyamanan penggunanya.

2. Kombinasi Katun dan Sifon, Flanel, maupun Sutera
Katun memang bisa menjadi pilihan terbaik untuk membuat masker, namun masih banyak jenis kain lainnya yang tidak kalah apik untuk memfilter serangan virus mematikan tersebut. Bahkan menurut berdasarkan informasi yang didapatkan, penggabungan antara kain katun dengan beberapa bahan kain dari non katun dianggap mampu menghasilkan proteksi efektif dan nyaman digunakan.

Jika memungkinkan, belilah dari pedagang jual masker kain yang menggunakan bahan non katun bersifat elektrostatik. Pasalnya kain dengan sifat elektrostatik dipercaya ampuh menjebak virus agar tidak ikut terhidup dan masuk ke dalam tubuh. Misalnya saja membeli masker dengan satu lapis katun dan dua lapis kain sutera, sifon, maupun satu lapis kain flanel sebagai pilihan terbaik.

3. Kain Nilon
Kain nilon tidak kalah populer dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan masker yang banyak diburu di pasaran. Misalnya saja pada kain nilon tipe 70 D memiliki kelebihan untuk menyaring partikel besar sekitar 77%, serta menyaring partikel kecil kurang lebih 12%. Penggunanya pun tidak akan merasakan sesak, lantaran sistem pertukaran udaranya cukup baik.

Berbeda halnya dengan kain nilon tipe 40 D, yang dipercaya memiliki tingkat filterasi jauh lebih tinggi namun penggunanya merasa sedikit kurang nyaman akibat sulit bernafas. Dengan kata lain, masker satu ini kurang cocok dijadikan sebagai masker. Melihat setiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangan, alhasil para pedagang jual masker kain menggunakan nilon sebagai lapisan tambahan saja.

Masker dipercaya ampuh mencegah penularan virus mematikan yang beberapa waktu belakangan menjadi kegelisahan seluruh penjuru dunia. Kebutuhan yang tinggi yang tidak diimbangi dengan stok melimpah, terendus berita bahwa stok masker medis kian menipis. Beruntungnya, masih bisa menggunakan masker yang terbuat dari kain sebagai alternatif terbaik. Sebelum membelinya, pastikan bahan yang digunakan nyaman digunakan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top